Berita dan Informasi

Indonesia Manufacturer Furniture mengikuti Ambiente 2024

Kementerian Perindustrian menyediakan fasilitas bagi pelaku IKM untuk mengikuti pameran-pameran berskala internasional. Salah satunya dengan mengikutsertakan IKM dalam pameran ternama kelas dunia, yaitu Pameran Ambiente di Messe Frankfurt, Jerman pada akhir Januari 2024 lalu. Ditjen IKMA Kemenperin memfasilitasi sepuluh IKM untuk ikut serta dalam Pameran Ambiente 2024. Para penerima fasilitas tersebut, yaitu Grandis Home, Bana Andaru Nusantara, Yogya Indo Global, Jawa Classic, Alam Cipta Karya, Guna mendorong daya saing dan memperluas akses pasar industri kecil dan menengah (IKM) di pasar global, Kementerian Perindustrian menyediakan fasilitas bagi pelaku IKM untuk mengikuti pameran-pameran berskala internasional. Salah satunya
dengan mengikutsertakan IKM dalam pameran ternama kelas dunia, yaitu Pameran Ambiente di Messe Frankfurt, Jerman pada akhir Januari 2024 lalu.

Pada tahun ini, Ditjen IKMA Kemenperin memfasilitasi sepuluh IKM untuk ikut serta dalam Pameran Ambiente 2024. Para penerima fasilitas tersebut, yaitu Grandis Home, Bana Andaru Nusantara, Yogya Indo Global, Jawa Classic, Alam Cipta Karya, Hasibuan Design, Abbacraft Multi Kreasi, Art Classic Indonesia, Indorisakti, dan Siji Lifestyle. “Mereka mengisi lahan pameran seluas 133 meter persegi dengan konstruksi special design, serta mendapatkan fasilitas biaya pengiriman produk dan media paket promosi dari Ditjen IKMA,” ungkap Reni. Tahun 2024 merupakan keikutsertaan Ditjen IKMA Kemenperin yang ke-14 dalam Pameran Ambiente sejak tahun 2008. Pameran Ambiente yang digelar di Messe Frankfurt, Jerman ini merupakan pameran dagang internasional di sektor dekorasi rumah dan kerajinan. Ambiente rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi salah satu pameran di Eropa, yang tahun ini dihadiri oleh 3.681 peserta dan pengunjung dari 168 negara selama tanggal 26-30 Januari 2024.

Reni menilai keikutsertaan sepuluh IKM dekorasi rumah dan kerajinan dalam pameran ini, dapat menjadi ajang promosi untuk memperluas pasar ekspor IKM. Selain itu, Pameran Ambiente juga diharapkan dapat membantu para pelaku IKM dalam mempromosikan inovasi produk terbaru, membuka hubungan bisnis baru, dan membina hubungan baik dengan para pembeli yang sudah terjalin selama ini. “Melalui pameran ini, peserta IKM juga bisa mendapatkan pemahaman situasi pasar yang lebih baik, serta melakukan studi banding terhadap para kompetitor,” ujarnya. Reni pun mengungkapkan, sepuluh IKM yang difasilitasi Ditjen IKMA pada Ambiente 2024 berhasil mendapatkan penawaran dari para pembeli potensial yang berasal dari Asia, Eropa, maupun Amerika. Pada Ambiente tahun ini, nilai permintaan terhadap produk IKM yang difasilitasi Ditjen IKMA mencapai USD457 ribu dan penawaran nilai sebesar USD775 ribu. “Hal ini menunjukkan bahwa Pameran Ambiente membantu meningkatkan ekspor industri kerajinan dan dekorasi rumah,” sebut Reni.

Peluang besar industri kerajinan

Industri kerajinan merupakan salah satu sektor industri yang turut membantu menyediakan ekspor. Data TradeMap.org pada September tahun 2023 menunjukkan total nilai ekspor kerajinan indonesia ke dunia mencapai USD 603,956 juta, sedangkan kinerja eskpor Indonesia ke negara Eropa mencapai USD129,182 juta . Sementara itu, tercatat bahwa negara tujuan ekspor kerajinan Indonesia paling tinggi antara lain Belgia, Belanda, dan Jerman, khususnya untuk komoditas tas traveling, keranjang, peralatan makan, dan peralatan dapur.
Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Alexandra Arri Cahyani turut menyampaikan bahwa peluang industri kerajinan Indonesia dapat berkembang lebih besar. Saat ini, Indonesia memegang pangsa pasar sekitar 1,25% dari pangsa pasar kerajinan dunia. “Industri kerajinan Indonesia juga berpotensi tumbuh positif karena didukung oleh potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, dan kemampuan perajin dalam mengolah sumber daya alam menjadi produk kerajinan dan dekorasi yang unik,” paparnya. Industri kerajinan Indonesia juga diproyeksi dapat mempengaruhi perekonomian nasional karena sentra industri kerajinan tersebar di seluruh provinsi, yakni dengan penghasil utama kerajinan berasal dari daerah Bali, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. “Oleh karena itu pangsa pasar ekspor kerajinan Indonesia sangat mungkin untuk tumbuh, dengan potensi pasar dalam dan luar negeri yang cukup besar, serta perkembangan industri Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya,” imbuhnya .

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

 

Sumber :
https://pameranln.kemenperin.go.id/berita/lebarkan-sayap-ekspor-10-ikm-ini-mengikuti-ambiente-2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *